Perselisihan antara Palestina dan Israel tidak hanya berdampak pada aspek politik dan sosial, tetapi juga memengaruhi perekonomian global, termasuk Indonesia. Penelitian ini menganalisis dampak perang tersebut terhadap variabel ekonomi Indonesia, yakni harga minyak, cadangan devisa, dan nilai tukar rupiah, dengan menggunakan metode Vector Auto Regression (VAR) dalam periode Januari 2009 hingga Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan devisa dan nilai tukar menjadi variabel paling dominan dalam memengaruhi pergerakan harga minyak di Indonesia. Sebagai negara penghasil minyak, kenaikan harga minyak dunia memberi keuntungan, namun juga menambah beban APBN. Pemerintah merespons kondisi ini dengan menaikkan harga bahan bakar dalam negeri, yang mendorong kenaikan harga domestik. Oleh karena itu, peran Bank Indonesia sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan moneter yang tepat guna menghadapi dampak konflik global tersebut.
Copyrights © 2025