Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah menjadi titik balik yang signifikan dalam dinamika geopolitik Timur Tengah, membentuk ulang lanskap hubungan internasional di kawasan yang kompleks dan rapuh ini. Penelitian ini mengeksplorasi dampak mendalam konflik tersebut terhadap struktur diplomatik, aliansi regional, dan ketegangan geopolitik yang terus berkembang di wilayah tersebut. Melalui analisis komprehensif, kajian ini mengungkap bagaimana konflik Israel telah menciptakan perpecahan yang nyata di antara negara-negara Arab, memicu realiansi diplomatik yang tidak terduga dan memperburuk ketegangan antarpemangku kepentingan regional. Polarisasi yang dihasilkan tidak hanya memengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga mendorong intervensi kekuatan global seperti Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara Eropa dalam upaya mereka untuk mempengaruhi dinamika kawasan. Penelitian ini menemukan bahwa konflik tersebut telah mengakibatkan transformasi signifikan dalam aliansi diplomatik, dengan beberapa negara Arab mulai menormalkan hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham, sementara yang lain tetap berpegang pada solidaritas palestina. Dampak geopolitik ini tercermin dalam pergeseran posisi diplomatik, kompetisi pengaruh regional, dan kompleksitas negosiasi perdamaian yang berkembang. Konflik Israel-Palestina tidak lagi sekadar persoalan bilateral, melainkan telah menjadi episentrum ketegangan internasional yang memengaruhi keseimbangan kekuatan, keamanan regional, dan arsitektur diplomatik Timur Tengah. Implikasinya meluas melampaui batas-batas geografis, membentuk ulang peta aliansi dan konflik di kawasan yang sangat strategis ini
Copyrights © 2025