Epilepsi merupakan kelainan neurologis kronis yang ditandai dengan berulangnya kejang. Berbagai manifestasi klinis terjadinya epilepsi dapat menjadi faktor risiko pada setiap perubahan otak. Prevalensi kejadian epilepsi mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Peningkatan dan penurunan prevalensi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian epilepsi berulang di wilayah kerja Puskesmas Melintang pada Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 55 responden, dengan sampel berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara faktor keturunan (p-value = 0,000), riwayat kejang demam (p-value = 0,044), dan konsumsi obat epilepsi (p-value = 0,010) dengan kejadian epilepsi berulang di wilayah kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Saran dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan edukasi masyarakat mengenai penyakit epilepsi serta langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi epilepsi berulang.
Copyrights © 2025