Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan, namun beban kerja yang tinggi dan sistem shift dapat menyebabkan stres yang berdampak pada kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat shift pagi, siang, dan malam di ruang rawat inap RSUD X Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 78 perawat yang bekerja dalam sistem shift di ruang rawat inap RSUD Bendan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) 42, sedangkan kinerja perawat diukur melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat shift pagi (p=0,012, r=0,283), shift siang (p=0,029, r=0,248), dan shift malam (p=0,000, r=0,387). Semakin tinggi tingkat stres, semakin rendah kinerja perawat, terutama pada shift malam yang memiliki tingkat stres tertinggi. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di semua shift, dengan pengaruh yang lebih besar pada shift malam.
Copyrights © 2019