Permasalahan yang kerap ditemui di kalangan remaja yakni banyaknya kasus-kasus kekerasan dan kenakalan yang terjadi pada remaja usia sekolah. Remaja merupakan fase peralihan dari anak-anak ke dewasa, dimana kelompok ini lebih berisiko menjadi pelaku atau korban perundungan. Peran lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian seorang remaja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang dilaksanakan di Kabupaten Gresik pada bulan Oktober – November 2024. Sampel penelitian sebanyak 150 remaja dan dianalisis menggunakan uji statistik korelasi pearson untuk melihat hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kepribadian dengan riwayat pelaku bullying (p=0,091) dan terdapat hubungan antara kepribadian dengan riwayat korban bullying (p=0,002). Ada banyak faktor penyebab terjadinya perilaku bullying di kalangan remaja. Salah satu faktor karakteristik perilaku bullying adalah secara emosional tidak matang, kebutuhan impulsif untuk mengontrol orang lain, dan kurang perduli terhadap orang lain. Remaja yang tidak matang secara emosi, dapat dilihat dari perilaku remaja yang cenderung impulsif, kurang kepedulian terhadap orang lain, dan rasa tanggung jawab kurang, serta mudah frustasi
Copyrights © 2025