Tirotoksikosis Periodik Paralisis merupakan komplikasi hipertiroid yang jarang terjadi dan ditandai dengan episode kelemahan otot (paralisis) dan hipokalemia. Peningkatan kadar tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) merupakan penanda diagnostik yang penting selain hipokalemia dan gejala klinis paralisis. Penelitian ini merupakan studi kasus pada pasien tirotoksikosis periodik paralisis pada hipokalemia refrakter. Pada kasus ini, Pasien mempunyai riwayat 1 bulan lalu rawat inap dengan diagnosa hipokalemia, dilakukan pemeriksaan hasil kalium : 1,8 mmol/L, hasil elektrolit urin kalium : 109 mmol/24 jam, Free T3 : 19,83 pg/mL, Free T4 : 6,19 ng/dL, pemeriksaan USG tiroid adanya gambaran struma difusa bilateral. Pemberian KCL 25-50 mEq/24 jam secara IV , b blocker non selektif seperti propanolol 1x10 mg dan tirozol 1x10 mg. Pada pasien tirotoksitosis periodik paralisis, terapi yang diberikan KCL, b blocker non selektif digunakan untuk mencegah serangan sampai tercapai kondisi eutiroid dan dapat mencegah perpindahan kalium dan fosfat dengan menghambat stimulasi hiperadrenergik dari Na+/ K+ ATPase, sehingga diharapkan terdapat adanya peningkatan kadar kalium setelah pemberian koreksi KCL dan penurunan kadar Free T3 dan Free T4.
Copyrights © 2025