Berkala Arkeologi SANGKHAKALA
Vol 19 No 2 (2016)

Posisi Fauna Situs Patiayam Dalam Biostratigrafi Jawa

Siswanto Siswanto (Unknown)
Sofwan Noerwidi (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 May 2017

Abstract

AbstractPatiayam is a Pleistocene site which rich of paleontological remains. Based on the result, we know the diversity of Patiayam fauna that lived on the site. Unfortunately, most of the fossils found by local people are surface find. Thus, it is difficult to trace the age of these fossils. This article attempts to answer these problems by conducting contextual studies of faunal fossil in Patiayam to determine its relative age based on the contextual position of their rock formations, and to put their position in the history of presence and extinction of fauna (biostratigraphy) in Pleistocene time. The result suggests that Patiayam fauna is located between Cisaat group to Kedungbrubus group. It records the history of environmental change and faunal inhabitant from 1.2 to 0.8 million years ago. This perspective is useful to enrich our understanding of the quarternary prehistory of Java, especially in the isolated site as Patiayam.AbstrakSitus Patiayam merupakan situs Plestosen yang kaya akan data paleontologis. Berdasarkan penelitian dapat diketahui keragaman jenis fauna yang pernah menghuni situs tersebut. Sayangnya kebanyakan dari temuan tersebut merupakan temuan permukaan oleh penduduk, sehingga sult untuk mengetahui pertanggalan dari fosil-fosil tersebut. Tulisan ini berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan melakukan studi kontekstual terhadap temuan fosil fauna di situs Patiayam guna mengetahui usia relatifnya berdasarkan konteks formasi batuan, serta kemudian menempatkan posisinya dalam sejarah kehadiran dan kepunahan fauna-fauna (biostratigrafi) Plestosen di Jawa. Hasilnya dapat diketahui bahwa fauna Patiayam termasuk dalam kelompok fauna Cisaat hingga fauna Kedungbrubus, yang merekam sejarah perubahan lingkungan, serta penghunian fauna dalam rentang waktu sekurang-kurangnya1.2 hingga 0.8 juta tahun yang lalu. Pandangan ini berguna untuk melengkapi dan menambah pemahaman kita mengenai prasejarah kuarter di Pulau Jawa, khususnya pada situs yang terisolir seperti Patiayam.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

SBA

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

"SANGKHAKALA" refers to the shell horns that blown regularly to convey certain messages. In accordance with the meaning, this journal expected to become an instrument in the dissemination of archaeological information to the public which is published on an ongoing basis. Berkala Arkeologi ...