Latar Belakang:Data Dinas Kesehatan Pariaman tahun 2014, Kota Kota Pariaman memiliki persentase berat badan bayi di bawah garis merah tertinggi (1,27 %), dan Puskesmas Air Santok merupakan puskesmas di Kota Pariaman dengan peresentase berat badan bayi di bawah garis merah tertinggi. Studi pendahuluan pada 28 Desember 2015, hasil wawancara dengan 7 ibu, 5 berumur 20-35 tahun, 2 ibu <20 tahun, 3 berpendidikan tinggi, 2 SMA, 2 SD, 4 memiliki 1 anak, 3 ibu 2-4 anak, 4 bekerja dan 3 lainya tidak bekerja, tentang kenaikan berat badan bayi 5 ibu belum mengetahui dan 2 sudah mengetahui, dengan berat badan 4 bayi naik dan 3 tidak naik.Tujuan:Mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang kenaikan berat badan bayi dengan dampak kenaikan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan.Metode Penelitian:Jenis penelitian deskriptif korelasional, dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, jumlah sampel 107. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis bivariat.Hasil:Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan dampak kenaikan berat badan bayi, (p_value 0,190), tidak ada hubungan faktor umur ibu dengan pengetahuan ibu (p_value 0.740), tidak ada hubungan faktor pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu (p_value 0.199), tidak ada hubungan faktor paritas ibu dengan pengetahuan ibu (p_value 0.951), tidak ada hubungan faktor pekerjaan ibu dengan pengetahuan ibu (p_value 0.828)Kesimpulan:Tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang kenaikan berat badan bayi dengan dampak kenaikan berat badan bayi, (p_value 0,190), tidak ada hubungan faktor umur, pendidikan, paritas, pekerjaan dengan pengetahuan ibu (p_value > 0,05).
Copyrights © 2022