Skizofrenia adalah suatu kondisi otak yang ditandai dengan pikiran tidak teratur, delusi, halusinasi, dan perilaku aneh. Hal ini juga mengganggu banyak aspek fungsi individu, seperti berpikir, merasakan, dan mengekspresikan emosi. Kemampuan individu dan institusi sosial untuk memenuhi kebutuhan mendasar, memenuhi kewajiban sosial, menangani tekanan (kejutan dan stres), dan memberikan kontribusi konstruktif kepada masyarakat dikenal sebagai fungsi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kelompok kontrol dan quasy eksperiment pretest dan posttest. Dalam penelitian ini, 17 responden ditempatkan pada kelompok eksperimen dan 17 responden pada kelompok kontrol dengan menggunakan purposive sampling ditambah dengan non probability sampling. Uji dependent t test dan independent t test digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan hasil selisih 4,941 pada post test eksperimen dan pada post test kontrol didapatkan hasil 0.118. Dan uji t-test independen didapatkan selisih nilai 10.765. Pemberian intervensi psikoedukasi tentang masalah Kesehatan jiwa efektif meningkatkan keberfungsian sosial pasien pasca perawatan skizofrenia. Direkomendasikan penelitian lanjutan untuk memberikan psikoedukasi tidak hanya pada pasien skizofrenia, namun juga pada pasien gangguan jiwa lainnya
Copyrights © 2025