Pembangunan merupakan suatu upaya pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pengembangan di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Proses pembangunan sering kali melibatkan penggunaan sumber daya alam sebagai bahan dasar material yang berdampak pada masalah kerusakan lingkungan. Pertambangan gumuk yang terjadi di Kabupaten Jember merupakan contoh nyata kegiatan eksploitasi sumber daya alam yang menghadirkan konflik pembangunan dan pelestarian lingkungan. Dalam fenomena ini, peneliti mencoba untuk memproyeksikan gagasan mengenai kesadaran pelestarian lingkungan melalui sebuah penciptaan teater shadow puppet dengan judul “Misteri Gumuk Keramat”. Pertunjukan shadow puppet menggunakan pendekatan eko-dramaturgi sebagai acuan dalam menciptakan karya pertunjukannya. Eko-dramaturgi adalah praktik teater yang menyoroti hubungan antara ekologi, sosial dan budaya. Dalam konsep ini, eko-dramaturgi menganggap teater sebagai medium yang efektif dalam mendekati isu-isu lingkungan dan menerapkannya dalam sebuah karya pertunjukan. Research methods for the art adalah pendekatan metodologis yang digunakan peneliti dalam menyusun proses penciptaan karya. Tahapan dalam Research methods for the art berfokus pada proses pengumpulan data (observasi), proses eksperimentasi dan presentasi karya. Kata Kunci : Eko-dramaturgi, Pertambangan gumuk, Penciptaan Teater, Shadow puppet.
Copyrights © 2024