Mitos kecantikan melahirkan alat yamg memfeminisasikan perempuan sehingga menyebabkan merasa tertekan dan terjebak karena kondisi fisiknya. Wanita cantik selalu memiliki tempat istimewa di kehidupan masyarakat. Dengan film Backstage ini mendeskripsikan standar kecantikan perempuan yang dipengaruhi oleh mitos kecantikan. Tulisan ini juga berusaha untuk meilhat mitos standar kecantikan yang dialami perempuan untuk memahami makna denotasi dan konotasi dalam film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teori semiotika Roland Barthes. Temuan ini menunjukkan bahwa mitos kecantikan diciptakan oleh patriarki untuk memiliki kendali atas tubuh perempuan. Mitos kecantikan berhasil menguat, tetapi juga bisa mengakar di masyarakat karena selalu disosialisasikan terus-menerus. Makna indah tubuh wanita yang terlihat dalam film Backstage menciptakan sebuah realitas bahwa standar kecantikan menjadi penyebab body shaming yang disebabkan oleh norma kecantikan sosial. Penelitian ini, menunjukkan bahwa adanya persepsi yang tidak stabil tentang masyarakat patriarkis terhadap idealisasi perempuan dan tubuhnya. Kecantikan fisik dengan tubuh langsing yang disosialisasikan sebagai sesuatu cita-cita tidak boleh membuat perempuan terikat dan menyudutkan
Copyrights © 2024