Pada injeksi grouting, ukuran kolom grouting merupakan indikator penting untuk mengevaluasi keberhasilan penyebaran dan sementasi grouting. Pada penelitian di laboratorium, pengukuran kolom grouting dapat dilakukan dengan memisahkan antara kolom grouting dan tanah. Namun demikian, metode ini bersifat merusak dan hanya cocok untuk penelitian, sehingga tidak dapat diterapkan di lapangan. Metode resistivitas bersifat tidak merusak dan berhasil digunakan untuk interpretasi formasi batuan dyke. Formasi dyke ini mempunyai kemiripan dengan kolom grouting, sehingga metode resistivitas berpotensi dikembangkan untuk interpretasi ukuran kolom grouting. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian dilakukan untuk mengembangkan metode resistivitas sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan tanah clay shale yang diinjeksi grouting geopolymer. Berdasarkan hasil data pengukuran resistivitas dilakukan inversi untuk menggambarkan profil resistivitas benda uji, menggunakan software Res2dinv. Profil resistivitas pada umur 28 hari menghasilkan interpretasi ukuran kolom grouting yang akurat karena terdapat perbedaan resistivitas yang besar antara tanah dan kolom grouting. Hasil penelitian ini memberikan peluang metode resistivitas untuk kembangkan lebih lanjut sebagai metode interpretasi ukuran kolom grouting dan berpotensi untuk diterapkan di lapangan.
Copyrights © 2024