Interoperabilitas blockchain menjadi tantangan krusial seiring meningkatnya jumlah jaringan blockchain yang terisolasi. Penelitian ini mengevaluasi mekanisme interoperabilitas lintas-rantai, khususnya kerentanan keamanan dan efisiensi kinerja. Melalui tinjauan literatur, simulasi protokol lintas-rantai (contoh: Atomic Swap, Relay Chains), dan analisis latensi transaksi serta konsumsi energi, penelitian ini mengidentifikasi trade-off antara desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas. Hasil menunjukkan protokol berbasis relay menawarkan keamanan tinggi namun kurang efisien energi, sedangkan solusi berbasis hash-lock mengutamakan kecepatan tetapi rentan terhadap serangan berbasis waktu. Studi ini mengusulkan model hibrida yang menggabungkan verifikasi terdesentralisasi dan algoritma konsensus teroptimasi untuk meningkatkan interoperabilitas tanpa mengorbankan keamanan.
Copyrights © 2025