Angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Di Desa Banyumas Asri pada tahun 2019 ditemukan kasus Diare pada anak usia 9-24 bulan sebanyak 42 kasus (34,2%), pada tahun 2020 menjadi 36 kasus (31,6 %), dan pada tahun 2021 menjadi sebanyak 47 kasus (38,8%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor resiko kejadian diare pada anak usia 9-24 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang mempunyai anak usia 9-24 bulan yang bertempat tinggal di Desa Banyumas Asri wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawa Bening Kabupaten OKU Timur yang berjumlah 62 ibu. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 22 (35,5%) responden balitanya menderita diare, terdapat 33 (53,2%) responden memberikan MP-ASI yang tidak memenuhi syarat, sebanyak 24 (38,7%) responden dengan status imunisasi campak tidak diberikan, sebanyak 26 (41,9%) responden tidak diberikan vitamin A. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa, ada hubungan yang bermakna antara cara pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada anak usia 9-24 bulan dengan p value 0,002, ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi campak dengan kejadian Diare pada anak usia 9-24 bulan dengan p value 0,000 dan ada hubungan yang bermakna antara pemberian vitamin A dengan kejadian Diare pada anak usia 9-24 bulan dengan p value 0,001. Ada hubungan yang bermakna antara cara pemberian MP-ASI, status imunisasi campak, pemberian vitamin A dengan kejadian Diare pada anak usia 9-24 bulan.
Copyrights © 2025