Biologi spasial telah muncul sebagai bidang transformatif, memberikan wawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang organisasi spasial biomolekul, sel, dan jaringan. Ulasan ini mengkaji kemajuan dalam multiomik spasial antara tahun 2020 hingga 2025, dengan fokus pada teknologi utama, termasuk imunofluoresensi multipleks (multiplex immunofluorescence/mIF), mikroskopi lembaran cahaya, dan transkriptomik spasial. Inovasi-inovasi ini memungkinkan analisis multidimensi resolusi tinggi terhadap sistem biologis yang kompleks, merevolusi penelitian kanker, studi mikrobioma, dan ilmu saraf. Integrasi antara omik sel tunggal dan spasial telah memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai heterogenitas tumor, distribusi sel imun, dan interaksi seluler dalam lingkungan mikro tumor. Selain itu, multiomik spasial telah memperluas aplikasi di luar onkologi, menawarkan wawasan baru dalam biologi liver, sirkuit saraf, dan mikrobioma usus. Namun demikian, dengan adanya kemajuan ini, tetap terdapat tantangan dalam analisis data, integrasi, dan aksesibilitas. Evolusi berkelanjutan alat komputasi, analisis berbasis kecerdasan buatan, dan integrasi multiomik akan semakin meningkatkan dampak bidang ini, serta membuka jalan bagi pengobatan yang lebih personal dan terapi presisi.
Copyrights © 2025