Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pelaksanaan senam lansia dan kejadian penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol, di Puskesmas Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, serta diolah menggunakan analisis statistik univariat dan bivariat. Sampel penelitian mencakup 46 lansia yang rutin mengikuti senam lansia, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam lansia memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah, dengan rata-rata tekanan darah menurun dari 1,76 sebelum intervensi menjadi 1,04 setelahnya (p-value = 0,000). Namun, senam lansia tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kadar gula darah (p-value = 0,569). Meskipun demikian, terdapat penurunan kadar kolesterol dari 1,50 menjadi 1,35 setelah senam (p-value = 0,018), meskipun efeknya dianggap tidak signifikan. Penurunan tekanan darah yang signifikan dapat dihubungkan dengan peningkatan elastisitas pembuluh darah akibat aktivitas fisik teratur, sementara hasil pada gula darah dan kolesterol dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti pola makan dan gaya hidup. Kesimpulannya, senam lansia efektif dalam menurunkan tekanan darah, tetapi kurang berdampak signifikan pada gula darah dan kolesterol. Penelitian ini merekomendasikan penggabungan senam lansia dengan intervensi lain, seperti pengaturan pola makan dan pengawasan kesehatan rutin, untuk hasil yang lebih optimal dalam mencegah dan mengelola PTM pada lansia.
Copyrights © 2025