Stunting adalah kondisi di mana balita memiliki tinggi atau panjang badan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Stunting merupakan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia dan kemampuan daya saing bangsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting di Provinsi Jawa Timur tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan studi korelasi. Analisis deskriptif dalam penelitian ini menggunakan aplikasi QGIS versi 3.34.9, analisis analitik menggunakan software Google Colab dengan bahasa pemrograman Phyton, sedangkan uji korelasi populasi menggunakan uji bivariat Spearman Rho. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Uji korelasi pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting menunjukkan variasi kekuatan dan arah korelasi. Pada tahun 2020, hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting menunjukkan korelasi positif yang cukup (0.434). Pada tahun 2021, hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting memiliki korelasi positif yang cukup kuat (0.838). Pada tahun 2022, hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting menunjukkan korelasi positif yang cukup (0.487). Berdasarkan hasil dari uji korelasi Spearman Rho pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting di Jawa Timur tahun 2020, 2021, dan 2022 menunjukkan adanya korelasi antara pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting. Namun, nilai rho menunjukkan hubungan positif yang cukup dan sangat kuat, sehingga pemberian asi eksklusif meningkat, kasus stunting juga meningkat. Hal tersebut tidak sesuai dengan teori dan hasil dari jurnal sebelumnya, sehingga dibutuhkan analisis lebih lanjut serta diiringi dengan langkah pencegahan maupun tatalaksana lainnya.
Copyrights © 2025