Waktu tunggu pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan indikator utama dalam menilai kualitas layanan dan kepuasan pasien. Waktu tunggu yang melebihi standar pelayanan minimal dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien serta menurunkan efisiensi pelayanan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep di unit farmasi rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan sumber data dari database Garuda dan Google Scholar. Dari hasil pencarian, ditemukan 608 artikel yang kemudian disaring menjadi 4 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap panjangnya waktu tunggu meliputi keterbatasan jumlah dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), ketidakefisienan alur proses layanan, kelengkapan standar operasional prosedur (SOP), serta keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana pendukung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor internal maupun eksternal memiliki pengaruh terhadap waktu tunggu pelayanan farmasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kualitas layanan, seperti penambahan jumlah dan peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian, optimalisasi alur pelayanan, serta pengadaan fasilitas yang lebih memadai. Implementasi teknologi dalam sistem antrean dan pencatatan resep juga menjadi solusi efektif dalam mengurangi waktu tunggu pelayanan farmasi.
Copyrights © 2025