Kusta masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan beban kasus tertinggi. Faktor lingkungan, terutama sanitasi yang tidak memadai, berperan penting dalam penyebaran Mycobacterium leprae. Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) memiliki tujuan meningkatkan akses sanitasi dan kebersihan, yang berpotensi mengurangi risiko penularan kusta. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melakukan analisis hubungan antara pelaksanaan program STBM dan kejadian kasus kusta baru di Provinsi Jawa Timur. Pendekatan deskriptif diterapkan dengan desain studi ekologi korelasional. Unit analisis mencakup 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, dengan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur periode 2020–2022. Variabel independen adalah pelaksanaan program STBM, sedangkan variabel dependen adalah kejadian kasus baru kusta. Analisis data dilakukan dalam dua tahap: analisis deskriptif menggunakan QGIS untuk memetakan distribusi kasus dan cakupan STBM, serta analisis korelasi Rank Spearman untuk menilai hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan program STBM berhubungan negatif dengan kejadian kasus baru kusta (p < 0,05), di mana kabupaten/kota dengan implementasi STBM yang lebih baik memiliki angka kejadian kusta yang lebih rendah. Pelaksanaan desa STBM yang optimal berperan dalam menurunkan kejadian kasus kusta baru melalui peningkatan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi multisektor untuk memperkuat implementasi STBM serta mengatasi stigma sosial terhadap penderita kusta guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan.
Copyrights © 2025