Kolaborasi interprofesional berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pasien, efektivitas komunikasi, dan efisiensi kerja tim medis. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi IPC dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menelaah berbagai studi relevan yang berasal dari ScienceDirect dan BMC Health Services dengan kata kunci “kolaborasi interprofesional di pelayanan kesehatan” hingga didapatkan 8.299 artikel yang Kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inkluasi dan eksklusi yang ditetapkan. Dari proses seleksi artikel ini didapatkan 17 artikel yang relevan. Faktor- yang mempengaruhi penerapan IPC meliputi komunikasi yang efektif, dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas, kejelasan peran dan tanggung jawab antarprofesi, budaya organisasi yang mendukung kolaborasi, serta ketersediaan sumber daya dan keseimbangan beban kerja. Komunikasi yang tidak efektif, perbedaan persepsi antarprofesi, serta beban kerja yang tinggi menjadi tantangan utama dalam implementasi IPC. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan IPC sangat bergantung pada perbaikan komunikasi, dukungan organisasi, serta perubahan budaya kerja yang lebih kolaboratif. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung, pelatihan kolaboratif, serta sistem yang memfasilitasi koordinasi antarprofesi untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas IPC dalam pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2025