Artikel ini membahas puisi "Dunia Tertawa" karya Achluddin Ibnu Rochim dengan tujuan untuk mengungkap struktur, simbolisme, dan makna afektif yang terkandung dalam teks. Puisi ini menampilkan relasi cinta yang harmonis, saling melengkapi, dan menyatu secara emosional maupun eksistensial. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, analisis dilakukan dengan menggabungkan teori strukturalisme A. Teeuw, semiotika Roland Barthes, serta psikologi cinta dari Erich Fromm. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi ini menyampaikan pesan tentang cinta yang total dan utuh, diekspresikan melalui metafora alam dan citraan musikal yang sarat makna. Simbol-simbol seperti “bangau”, “desir”, dan “rakit” membentuk lanskap puitik yang tidak hanya menggambarkan kebersamaan, tetapi juga mengafirmasi cinta sebagai kekuatan universal yang mampu menciptakan tawa dan kebahagiaan semesta. Penelitian ini menegaskan bahwa puisi dapat menjadi medium reflektif yang kuat dalam mengungkap kedalaman emosi dan nilai-nilai kemanusiaan melalui bahasa yang padat makna.
Copyrights © 2022