Penelitian ini bertujuan untuk membuat model konversi lahan pertanian menjadi permukiman dengan skenario tanpa dan dengan penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) pada rentang waktu 2005 sampai 2030 di Kawasan Aie Pacah, Kota Padang yang sedang mengalami urbanisasi. Untuk memprediksi penggunaan lahan digunakan Land Change Modeler dan analisis perubahan penggunaan lahan dilakukan dengan teknik tumpang tindih peta. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penerapan RTRWK, pada rentang waktu 2005 sampai 2030, konversi lahan pertanian menjadi permukiman di Kawasan Aie Pacah diprediksi menjadi lebih luas dan cepat daripada tanpa penerapan RTRWK. Untuk menciptakan sustainabilitas terhadap perkembangan konversi lahan pertanian menjadi permukiman, pemerintah dapat menerapkan tujuh kebijakan yang mencakup perencanaan tata ruang yang inklusif dan berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang memadai, pengelolaan lingkungan dan pengendalian polusi, penyediaan perumahan yang terjangkau, pemberdayaan ekonomi dan pengembangan kewirausahaan, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan kebijakan pengendalian perkembangan kawasan rawan bencana
Copyrights © 2025