Perkawinan Nyentana dalam masyarakat Etnik Bali merupakan tradisi unik yang bertentangan dengan sistem kekerabatan patrilineal yang dianut secara umum oleh masyarakat Bali. Dalam perkawinan ini, laki-laki meninggalkan keluarganya untuk bergabung dengan keluarga istrinya, sehingga perempuan menjadi penerus garis keturunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk memahami tradisi perkawinan Nyentana secara mendalam, termasuk aspek komunikasi yang terjadi dalam prosesi adatnya. Studi ini juga menyoroti transmigrasi etnis Bali ke Lampung akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963, yang membawa serta pelestarian budaya mereka di daerah baru. Penelitian ini mengkaji situasi, peristiwa, dan tindakan komunikatif dalam upacara Nyentana, yang mencerminkan nilai-nilai sakral dalam adat Bali. Simbol-simbol dalam ritual pernikahan, seperti air suci, dupa, dan banten, memiliki makna mendalam dalam interaksi sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi verbal dan nonverbal dalam prosesi Nyentana tidak hanya memperkuat hubungan sosial tetapi juga mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Copyrights © 2025