Sektor pertanian Indonesia menghadapi hambatan signifikan yang dikaitkan dengan Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR), yang mengamanatkan bahwa komoditas pertanian yang memasuki UE memiliki asal produksi bebas deforestasi. Penelitian ini berusaha untuk memeriksa konsekuensi EUDR bersama variabel makroekonomi, termasuk PDB, nilai tukar, dan inflasi, pada ekspor pertanian Indonesia ke sepuluh negara mitra utama selama jangka waktu 2019-2023. Menggunakan model Panel Statis, analisis mengungkapkan bahwa peraturan EUDR memberikan efek merugikan pada ekspor pertanian Indonesia, terutama di sektor komoditas kelapa sawit. Selain itu, depresiasi nilai tukar meningkatkan daya saing ekspor, sedangkan inflasi yang meningkat mengganggu daya saing harga. Hasil ini menyiratkan bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh kerangka peraturan dapat dikurangi melalui peningkatan transparansi dalam rantai pasokan dan diversifikasi pasar ekspor. Oleh karena itu, sangat penting untuk merumuskan kebijakan adaptif yang mendorong keberlanjutan dan mempromosikan kolaborasi internasional untuk mengurangi dampak peraturan ini pada sektor pertanian Indonesia.
Copyrights © 2025