Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi daerah vagina yang terjadi karena pertumbuhan Candida albicans secara berlebihan. Saat ini obat golongan azol sebagai antifungal yang digunakan memiliki beberapa efek samping. Kulit pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) mentah memiliki zat antifungal antara lain, saponin, tannin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit pisang kepok mentah mempunyai efek antifungal terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Desain penelitian menggunakan true experiment-post test only control group design dengan metode dilusi agar. Konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok mentah yang digunakan adalah 0 % (kontrol), 15 %, 17,5 %, 20 %, 22,5 % dan 25 %. Kadar Hambat Minimal (KHM) diperoleh dengan membandingkan tingkat pertumbuhan jamur pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa KHM ekstrak kulit pisang kepok mentah berada pada konsentrasi 22,5 %. Dari uji Spearman didapatkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) dengan korelasi yang sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) mentah dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro.  Kata kunci : Candida albicans, Kandidiasis vaginalis, Musa acuminata x balbisiana, Uji dilusi agar.
Copyrights © 2015