Tulisan ini bertujuan menganalisa visualisasi capres cawapres dalam kampanye pemilu tahun 2014 dan 2019, yang mana capres yang mencalonkan diri sama, namun untuk pasangan cawapresnya berbeda selain itu ada juga perbedaan dan penambahan visi misi di kedua kubu paslon tersebut. Dengan adanya perbedaan cawapres sepertinya pemilu kali ini terlihat lebih bersaing ketat tidak seperti tahun 2014 lalu, yang sepertinya mudah terbaca kalau pemenangya no.urut 02, tapi sekarang pendukung paslon kedua no.urut sangat sengit dalam kampanye memperjuangkan dan mengunggulkan kandidatnya, selain itu persaingan ketat dan perang antar pendukung kedua paslon di sosial media sangat bebas, mereka juga harus membuat swing voters berpihak kepada mereka untuk menambah suara. Secara khusus studi perbandingan difokuskan pada pemilu capres cawapres secara visualisasi dalam berkampanye dan dilihat dari semiotika
Copyrights © 2020