Dewasa ini tren produk ecoprint ramah lingkungan digemari karena kesadaran akan menjaga kelestarian alam. Banyaknya perajin ecoprint yang menggunakan bahan kimia tawas sebagai bahan mordan. Jarang diketahui bahwa terdapat alternatif bahan mordan yang berasal dari tanaman endemik Nusa Tenggara Timur, banyak tumbuh di Flores dan Sumba yang disebut dengan daun loba atau symplocos. Permasalahan yang akan dihadapi perancangan karya ini adalah bagaimana lebih mengenalkan dan memberi alternatif bahan mordant daun loba yang lebih ramah lingkungan. Perancangan ini menerapkan metode Gustami yang mencakup tiga tahap yaitu, eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Hasil perancangan karya berupa ecoprint yang menggunakan berbagai macam bunga, daun dan biji sebagai agen utama pencipta motif kain dan menggunakan teknik steaming. Ecoprint dengan memanfatkan daun loba sebagai bahan mordan menghasilkan produk ecoprint berwujud pakaian wanita bergaya romantic era dress menjadi bentuk keramahan terhadap lingkungan pada bidang fashion untuk kebutuhan photoshoot bertema era romantisme.
Copyrights © 2022