Mewabahnya demam tiktok di tengah masyarakat menjadikan remaja mulai penasaran dan tertarik untuk mengunduhnya, menggunakannya, serta mencoba meningkatkan kemampuan verbalnya dalam mengaktualisasikan diri. Seolah mereka mempunyai ruang bebas untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki, serta mendorong mereka untuk mengekspos hal-hal yang ingin mereka tunjukkan kepada masyarakat luas melalui media sosial tiktok sehingga memicu sebagian besar remaja untuk tampil eksis dan mereka mulai berlomba-lomba untuk menampilkan sisi terbaik dan tampil luar biasa, yang mana secara tidak langsung hal tersebut cenderung menimbulkan perilaku narsisme pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor serta dampak yang ditimbulkan dari aplikasi tiktok terhadap perilaku narsisme dikalangan remaja Desa Paras Rejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan fenomenologi. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Desa Paras Rejo dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara secara sistematis atau terstruktur kepada remaja pengguna aktif tiktok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku narsisme di kalangan remaja terhadap penggunaan aplikasi tiktok ditimbulkan karena adanya 3 faktor yang mempengaruhi serta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari aplikasi tiktok terhadap kenarsisan remaja, namun hal tersebut tentu tidak akan terjadi jika tidak didukung oleh sebuah desain user interface dan user experience yang baik dimiliki aplikasi tiktok. Sehingga Aplikasi tiktok dapat mempengaruhi perilaku narsisme remaja di Desa Paras Rejo.
Copyrights © 2024