Latar Belakang: Salah satu tanda perempuan memasuki masa pubertas adalah terjadinya menstruasi. Pada remaja putri usia pubertas akan mengalami perubahan hormonal yang dapat menyebabkan remaja mengeluh ketidak nyamanan pada tubuh, nyeri, merasa depresi, mudah marah, sensitif, dan berbagai kendala emosi lainnya terjadi sebelum menstruasi biasa disebut premenstruasi sindrom (PMS). Wanita dengan riwayat konsumsi makanan yang kurang baik mempunyai intensitas tinggi mengalami PMS. Tujuan : Mengetahui angka kejadian premenstruasi sindrom pada remaja. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan waktu cross sectional, populasi sebanyak 62 remaja putri kelas XI SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, dengan metode Total Sampling, menggunakan data primer dari Kuesioner premenstruasi sindrom. Analisis data menggunakan diskriptif analisis. Hasil : penelitian yang dilakukan pada 62 remaja putri puti kelas XI yang mengalami premenstruasi sindrom sebanyak 35 orang ( 56,5%) dan yang tidak mengalami PMS sebanyak 27 orang (43,5). Simpulan : Semua remaja putri kelas XI SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta didapatkan sebanyak 35 orang ( 56,5%).
Copyrights © 2022