Gunung Telomoyo, destinasi wisata alam di Desa Pandean, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Meskipun memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi dan pariwisata lokal, dampak negatif terhadap lingkungan juga semakin terasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada data sekunder untuk menganalisis dampak peningkatan jumlah pengunjung. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan emisi gas buangan kendaraan bermotor menyebabkan pencemaran udara, sementara peningkatan produksi sampah dan limbah organik berkontribusi pada pencemaran tanah. Perubahan vegetasi terjadi akibat aktivitas manusia, seperti penebangan pohon. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan kampanye penyuluhan lingkungan, upaya pembersihan, remediasi, dan reboisasi. Pentingnya penerapan peraturan yang ketat terkait dengan penebangan dan berburu hewan liar juga disoroti. Sehingga , perlu adanya upaya komprehensif untuk menjaga keseimbangan antara pariwisata dan keberlanjutan lingkungan di Gunung Telomoyo. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan dapat menjaga kelestarian Gunung Telomoyo sebagai destinasi wisata yang menarik.
Copyrights © 2024