Sesak napas yang sering dikeluhkan pengidap asma memang menjengkelkan. Apalagi jika kambuh lebih dari 1 atau 2 kali dalam seminggu.Asma dapat mengganggu kinerja dan aktivitas seseorang sehingga terasa menjengkelkan bagi penderitanya.Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai biang kerok utama atas ketidakhadiran di tempat kerja dan di sekolah.Selain mengganggu aktivitas, asma juga tidak dapat disembuhkan, bahkan dapat menimbulkan kematian.Namun, bila penyakit ini dikendalikan, kematian dapat dicegah dan gejalanya pun tidak sering muncul.World Health Organization (WHO) memperkirakan 100-150 juta penduduk dunia menderita asma. Bahkan, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai 180.000 orang setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat dan kesehatan lingkungan dengan penanganan asma. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian adalah penderita yang mengidap asma dengan jumlah sampel 46 responden dengan uji analisa chi – square. Hasil penelitian dengan uji- square pada tingkat kepercayaan 95% dengan α = 0,05 diperoleh ρ=0,005, ρ(0,005) α (0,05). Maka ada hubungan antara peran perawat dengan penanganan asma. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara peran perawat dengan penanganan asma.
Copyrights © 2019