Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei kuesioner terstruktur yang menjangkau mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa menyadari adanya kebijakan ini, dengan sebagian besar mendapatkan informasi dari media sosial. Namun, pemahaman mereka terhadap tujuan dan dampak kebijakan masih beragam, yang mencerminkan peran institusi pendidikan yang belum optimal dalam memberikan literasi ekonomi. Dampak kenaikan PPN dirasakan terutama pada pengeluaran sehari-hari, sehingga memengaruhi pola konsumsi mahasiswa. Persepsi keadilan terhadap kebijakan ini juga bervariasi, tergantung pada latar belakang sosial-ekonomi mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah untuk meningkatkan strategi komunikasi yang lebih inklusif, serta memberikan dukungan kepada mahasiswa, seperti program beasiswa, untuk mengurangi dampak kebijakan. Temuan ini memberikan wawasan penting terkait respons generasi muda terhadap kebijakan fiskal di Indonesia.
Copyrights © 2024