Kulit singkong merupakan limbah industri pertanian yang yang melimbah dan mempunyai sifat mudah rusak karena kadar airnya yang tinggi, untuk menjaga kesinambungan ketersediaan bahan pakan ini perlu dilakukan proses penyimpanan dengan penambahan bahan pengawet. Materi penelitian adalah kulit singkong yang berasal dari industri kecil tape singkong di desa Cikreteg. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama lama penyimpanan (0,1,2,3, dan 4 minggu) dan faktor kedua bahan pengawet (kontrol, 0.3% asam propionat, 15% asam cuka dan 15% nira). Data diolah dengan analisis ragam menggunakan software SAS versi 6,12[7]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis bahan pengawet dan lama penyimpanan nyata (p<0,05) mempengaruhi kadar bahan organik, pati dan HCN. jenis bahan pengawet dan interaksi antara bahan pengawet dengan lama penyimpanan tidak nyata mempengaruhi kadar protein kasar kulit singkong tetapi lama penyimpanan nyata (p<0,05) mempengaruhi kadar protein kasar. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Kadar kadar HCN, kadar pati, protein dan bahan organik kulit singkong dengan penambahan bahan pengawet asam cuka dan nira masih dapat dipertahankan pada 2 minggu penyimpanan.
Copyrights © 2012