Penelitian ini bertujuan untuk menelaah tentang kesesatan, program dakwah, kronologi dan penyebab konflik Sunni dan Syiah Sampang Madura, dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini sepenuhnya memanfaatkan kepustakaan (library Research) dengan menggunakan metode dokumentasi, dengan instrumen beberapa buku rujukan seperti buku, kitab, dan hasil investigasi yakni dengan mengumpulkan data-data dari media tentang Syiah Sampang. Pengolahan dan analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan dan membandingkan data yang telah diperoleh. Kesimpulan penelitian adalah pandangan keagamaan masyarakat sampang cenderung konservatif tradisional dan monolitik yang belum siap menerima pandangan keagamaan lain yang berbeda dengan mainstream (aliran utama). Minimnya pengetahuan yang benar tentang Syiah membuat sebagian masyarakat menerima begitu saja informasi negatif tentang syiah, kultur budaya kekerasan yang masih lekat di tengah masyarakat Sampang membuat mereka mudah terprovokasi. Kurangnya peran mediasi MUI dan kementerian agama setempat dalam mengayomi anggota masyarakat yang berbeda keyakinan dan terjadinya kontestasi massa dan perebutan otoritas keagamaan antara pemimpin Syiah Sampang Tajul Muluk dengan kyai kyai lokal.
Copyrights © 2017