Setelah lebih dari satu tahun pandemi melanda dunia, mengungkapkan banyak hal mendasar tentang manusia. Kepanikan setelah hampir mencapai puncak kemajuan teknologi menjadi bukti kelemahan manusia. Kesempurnaan yang telah manusia capai dalam kehidupan ini adalah kesempurnaan relatif oleh manusia yang tetap terbatas kemampuan dan pengetahuannya. Pandemi ini juga mengungkapkan kelebihan manusia yang berfikir serius, meneliti, dan mencari solusi. Karunia akal fikiran menjadi sangat berarti. Pandemi tidak hanya mempengaruhi sektor ekonomi, sosial, politik, namun juga sangat berpengeruh bagi stabilitas psikis umat manusia. Goncangan akibat pandemi tidak bisa dihindari, sehingga peran agama menjadi sangat signifikan dalam menjaga stabilitas jiwa, meminimalisir kepanikan yang melanda umat manusia. Pilar-pilar agama tidak hanya menjadi penenang jiwa, tetapi lebih jauh dari itu diharapkan mampu menjadi peredam gejolak sosial. Iman yang bergelora, ibadah yang tekun, shalat, sedekah, dan amanah dalam bermuamalah menjadi banteng yang kuat.
Copyrights © 2021