Energi dan sampah adalah masalah yang perlu diperhatikan di negara Indonesia. Penduduk Indonesia yang termasuk negara berkembang telah banyak menghasilkan sampah. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki penduduk yang sangat banyak sehingga penumpukan sampah ada dimana-mana sampah yang volumenya selalu meningkat dan selalu menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah limbah organik, terkait penelitian ini yaitu limbah serabut kelapa yang mudah kita dapatkan seperti pada pasar, rumah tangga maupun rumah makan. Limbah serabut kelapa memiliki nilai ekonomis lebih jika dapat kita manfaatkan sebagai energi alternatif dikarenakan limbah ini tergolong mudah dicari dan gratis. Energi alternatif yang dimaksud adalah menjadikan limbah serabut kelapa menjadi biofuel atau tar melalui proses pirolisis selama 3 jam dengan ketentuan limbah serabut kelapa seberat 200 gram. Pada penelitian ini memiliki variasi perubahan temperatur yaitu 250 ÌŠC, 350 ÌŠC, 450 ÌŠC dan 550 ÌŠC. Hal yang diamati adalah perubahan temperatur selama proses pirolisis, penambahan volume tar, perubahan massa tar, perubahan massa jenis tar, nilai kalor tar dan perbedaan warna tar hasil pirolisis, penelitian ini menggunakan 2 variable yaitu variable bebas dan terikat,variable bebas adalah variasi temperatur,waktu dan berat limbah untuk diteliti, variable terikatnya merupakan perubahan temperatur, volume tar hasil pirolisis, perubahan massa, perubahan massa jenis, nilai kalor dan perbedaan warna tar hasil pirolisis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi temperatur maka akan semakin banyak pula hasil tar yang diperoleh dengan temperatur puncaknya 450 ÌŠC dan menurun pada 550 ÌŠC. Hasil terbaik didapatkan pada temperatur 450 ÌŠC dengan volume tar sebanyak 42,5 ml dengan nilai kalor 1375,989143 kal/gram.
Copyrights © 2020