Penelitian ini mengeksplorasi model rekayasa sosial dalam memberdayakan difabel melalui pendekatan ekonomi inklusif di Yayasan CIQAL Yoguakarta. Dengan menggunakan kerangka teori kontruksi sosial dari Peter Berger dan Thomas Luckmann, penelitian ini mengungkap bagaimana pemberdayaan difabel tidak hanya melibatkan pengembangan keterampilan tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview), Adapun informan penelitian ini adalah pengurus Yayasan CIQAL dan Difabel yang sudah memiliki usaha sendiri. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan oleh peneliti dapat dikesimpulan bahwa penerapan teori konstruksi sosial oleh Berger dan Luckman, dengan mengubah pandangan masyarakat yang menganggap difabel sebagai kelompok yang tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Melalui program pelatihan keterampilan, kewirausahaan, dan RBM, Yayasan CIQAL berhasil meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, serta mengurangi ketimpangan sosial di kalangan difabel. Perubahan ini mencerminkan pergeseran konstruksi sosial yang melihat difabel sebagai kontributor aktif, bukan individu yang bergantung. Advokasi kebijakan inklusif yang dilakukan Yayasan CIQAL juga turut berperan dalam merubah struktur sosial dan kebijakan publik untuk mendukung keberagaman dan inklusivitas.
Copyrights © 2024