Aksi pembuangan susu oleh peternak sapi perah yang terjadi di Boyolali merupakan bentuk protes yang mengundang perhatian publik. Dalam konteks ini, aksi tersebut dapat dipahami melalui perspektif dramaturgi yang dikemukakan oleh Erving Goffman. Melalui perspektif dramaturgi, penulis bertujuan untuk menggali bagaimana peternak sapi perah membingkai aksi pembuangan susu sebagai pertunjukan sosial yang dimaksudkan untuk menarik perhatian masyarakat dan pihak berwenang. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal dan artikel untuk memhami konsep dramturgi dalam aksi pembuangan susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dalam perspektif dramaturgi peternak memainkan peran sebagai aktor dalam panggung sosial, menggunakan pembuangan susu sebagai simbol penderitaan mereka, dengan masyarakat, media, dan pemerintah sebagai penontonnya. Perspektif dramaturgi memudahkan kita untuk memahami dinamika sosial dalam aksi protes ini dan bagaimana peternak mengelola citra diri serta memperjuangkan hak mereka dalam panggung sosial yang lebih luas.
Copyrights © 2024