Transformasi industri batik di Indonesia menuju tindakan ramah lingkungan sangat penting untuk melestarikan budaya batik dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Batik Mahkota Laweyan, sebagai salah satu pelopor, telah mengimplementasikan berbagai inisiatif berkelanjutan sejak tahun 2005. Penggunaan pewarna alami, panel surya, dan teknik produksi yang minim limbah menjadi fokus utama perusahaan ini. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi langkah-langkah yang diambil oleh Batik Mahkota Laweyan dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi. Hasil menunjukkan bahwa inisiatif ramah lingkungan tidak meningkatkan kemampuan bersaing produk di pasar lokal dan internasional tetapi juga memberikan contoh inspiratif bagi industri batik lainnya. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, Batik Mahkota Laweyan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya sambil memperhatikan ekosistem lingkungan, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh pelaku industri batik lainnya di Indonesia.
Copyrights © 2025