Sistem kekerabatan matrilineal menggambarkan realitas sosial, budaya masyarakat Minangkabau. Salah satu ciri dari sistem kekerabatan matrilineal adalah Rumah gadang. Rumah Gadang merupakan representasi budaya masyarakat Minangkabau. Rumah gadang memiliki tata ruang yang dirancang untuk mencerminkan hierarki dan fungsi sosial, dengan beberapa area khusus untuk perempuan yang hidup di dalamnya. Nagari Koto Baru merupakan sebuah wilayah yang masih memuat banyak bangunan Rumah Gadang. Namun tradisi sistem matrilineal dalam pelestarian Rumah Gadang secara fisik dan non fisik terganggu karena adanya urbanisasi, modernisasi dan perubahan gaya hidup. Tercatat 12 Rumah gadang yang beralih fungsi menjadi homestay. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tentang ruang arsitektur yang terbentuk dari sistem kekerabatan Matrilineal pada Rumah Gadang masyarakat Minangkabau di Nagari Koto Baru. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara pengamatan langsung ke lapangan, wawancara, dan dokumentasi berupa gambar dan sketsa denah rumah. Hasil penelitian menunjukkan Rumah Gadang yang beralih fungsi menjadi homestay mengubah aspek fisik dan non fisik secara keseluruhan di Rumah Gadang. Peralihan fungsi membuat peran pewaris melestarikan Rumah Gadang untuk tujuan wisata saja. Sedangkan pewaris Rumah Gadang rakyat Kampai masih menjadikan sistem kekerabatan matrilineal untuk melestarikan Rumah Gadang termasuk sosial budaya yang terjadi di dalam Rumah Gadang itu sendiri.
Copyrights © 2025