Narasi Kelana Sewandana dan Bantarangin menjadi salah satu narasi dari berbagai narasi yang disebut sebagai asal-usul Reyog Ponorogo. Beragam narasi yang tersebar tersebut mengalami retakan ketika dibandingkan dengan komparasi data yang lain. Pemasalahan ini menjadi fokus dalam artikel untuk menelusuri diskontinuitas (retakan) narasi historis Reyog Ponorogo. Pembahasan ini memakai paradigma arkeologi pengetahuan (archaeology of knowledge). Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bukti bahwa dahulu narasi pertunjukan Reyog Ponorogo memakai landasan cerita panji. Temuan data dalam kajian menjadi paparan konstruksi perubahan narasi pertunjukan Reyog Ponorogo yang terbatas pada objek pengkajian dalam artikel. Dengan begitu, diperlukan garis pemisah antara narasi pertunjukan atau narasi historis dalam melakukan pengkajian kesenian Reyog Ponorogo.
Copyrights © 2024