Forum Arkeologi
VOLUME 29, NOMOR 1, APRIL 2016

LANSKAP PERTAMBANGAN PENAMBANG TIONGKOK DI MONTERADO, KALIMANTAN BARAT: PENDEKATAN ARKEOLOGI SEJARAH

Ida Bagus Putu Prajna Yogi (Balai Arkeologi Banjarmasin Jl. Gotong Royong II, Mentaos, Banjarbaru, Kalimantan Selatan)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2017

Abstract

Monterado is the biggest gold mining landscape in West Kalimantan, which shows great mining and technology owned by the Chinese miners at that time. This research aims to reconstruct the past life phenomenon through cultural landscape of gold mining in Monterado, West Kalimantan. The landscape which has experienced some alteration by man’s hand is expected to be able to describe man’s activities and roles of the cultural landscape over the process of settlement. The reasoning of this research is inductive with historical archeology approach. In landscape archaeology research, historical data is compliance data to reconstruct cultural landscape. Data were collected through literature study, survey, and interview. The cultural landscape shows great activities and technology of Chinese miners. They also established organization which is called “kongsi” to support mining. Settlement and towns grew at the coastal area as the influence of the gold mining which now becomes Singkawang Town. Monterado adalah lanskap pertambangan emas terbesar di Kalimantan Barat, yang menunjukan aktifitas pertambangan yang besar dan teknologi yang dimiliki oleh para penambang Tiongkok pada saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk merekontruksi kehidupan masa lalu melalui fenomena lanskap budaya pertambangan emas di Monterado, Kalimantan Barat. Lanskap yang sudah mengalami perubahan bentuk oleh tangan manusia tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran aktifitas apa saja yang dilakukan manusia pada masa lalu dan bagaimana peran lanskap budaya tersebut terhadap proses terbentuknya pemukiman. Penalaran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Induktif dan pendekatan arkeologi kesejarahan. Dalam penelitian arkeologi lanskap, data sejarah merupakan data pelengkap untuk melakukan rekontruksi terhadap lanskap budaya yang ada. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, survei, dan wawancara. Lanskap budaya tersebut menunjukan aktifitas pertambangan yang besar dan teknologi yang dimiliki oleh para penambang Tiongkok pada saat itu. Selain kemampuan untuk tambang, ternyata penambang Tiongkok juga membentuk sebuah organisasi yang disebut “kongsi” untuk mendukung kegiatan pertambangan. Pemukiman dan kota-kota yang tumbuh sebagai pengaruh dari pertambangan emas Monterado muncul di wilayah pesisir, yang saat ini menjadi Kota Singkawang.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

fa

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Forum Arkeologi Journal as a media for disseminating various information related to culture in the past, based on the results of archaeological research and cultural scientific studies. Forum Arkeologi Journal is a scientific journal published by Balai Arkeologi Bali since 1988. Forum Arkeologi ...