Monitoring kondisi fisiologis atlet melalui indikator sederhana seperti nadi basal menjadi bagian penting dalam manajemen latihan dan pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara perubahan nadi basal harian dengan peningkatan performa fisik atlet bola tangan dalam periode dua minggu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan subjek penelitian sebanyak tujuh atlet yang dipantau denyut nadi basal setiap pagi selama 14 hari berturut-turut. Performa fisik diukur menggunakan tes beep test pada hari pertama dan hari keempat belas, kemudian dikonversi menjadi estimasi VO₂max. Hasil menunjukkan bahwa beberapa atlet yang mengalami penurunan rata-rata nadi basal juga mengalami peningkatan VO₂max. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan antara adaptasi kardiovaskular dan peningkatan kapasitas aerobik. Namun, variasi respons antar individu menunjukkan bahwa nadi basal tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan dalam mengevaluasi performa fisik. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan indikator yang beragam dalam proses monitoring latihan atlet.
Copyrights © 2022