Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh Zumba fitness dan cardio dance terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskular. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian terdiri dari 40 mahasiswi aktif Keperawatan FPOK UPI, dengan 30 orang dipilih sebagai sampel melalui purposive sampling berdasarkan kriteria khusus: berjenis kelamin perempuan, berusia 18-20 tahun, dan memiliki kebugaran jasmani rendah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama yang mengikuti Zumba fitness dan kelompok kedua yang mengikuti cardio dance, masing-masing selama 16 sesi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardiovaskular adalah Bleep Test. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-test dan uji Mann-Whitney U-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Zumba fitness maupun cardio dance secara signifikan meningkatkan daya tahan kardiovaskular, tetapi cardio dance lebih efektif dibandingkan Zumba fitness. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan sampel dengan daya tahan kardiovaskular sedang guna mengetahui apakah peningkatan yang terjadi serupa dengan sampel yang memiliki daya tahan kardiovaskular rendah.
Copyrights © 2024