Penggunaan perangkat digital yang berkepanjangan telah menyebabkan peningkatan ketidaknyamanan muskuloskeletal, terutama yang mempengaruhi tubuh bagian atas. Intervensi saat ini sering kali kurang menekankan pada keterlibatan otot pernapasan, meninggalkan kesenjangan penelitian dalam mengembangkan solusi komprehensif yang menargetkan mobilitas toraks dan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan senam menggunakan short weighted bar dalam meningkatkan kekuatan otot pernapasan dan mengurangi ketidaknyamanan tubuh bagian atas. Desain pra-pasca tes kuasi-eksperimental digunakan, yang melibatkan 118 siswa dari kohort program Ilmu Olahraga 2022 dan 2023. Peserta menjalani protokol senam delapan gerakan, dengan fokus pada aktivasi otot pernapasan, dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu. Pengukuran termasuk ekspansi toraks dan kuesioner penilaian ketidaknyamanan. Analisis statistik, termasuk uji-t berpasangan, digunakan untuk mengevaluasi perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kekuatan otot internal interkostal selama kedaluwarsa (p = 0,046) tetapi tidak ada perubahan signifikan dalam kekuatan inspirasi (p = 0,309) atau pengurangan ketidaknyamanan tubuh bagian atas (p = 0,655). Korelasi yang kuat (r = 0,941, p 0,05) diamati antara variabel inspirasi dan kedaluwarsa, menunjukkan saling ketergantungan dalam fungsi otot pernapasan. Temuan ini menunjukkan potensi senam dengan batang tertimbang untuk peningkatan kekuatan pernapasan tetapi menyoroti perlunya periode intervensi yang diperpanjang dan pemantauan yang lebih ketat untuk hasil yang lebih konsisten. Studi di masa depan harus mengatasi keterbatasan, termasuk durasi intervensi yang singkat, variabilitas kepatuhan, dan distribusi data non-normal. Perbaikan ini dapat meningkatkan generalisasi dan penerapan intervensi untuk populasi yang beragam.
Copyrights © 2024