Widya Teknik
Vol. 18 No. 2 (2019)

Pengendalian Laju Korosi Tembaga Pada Media Korosi Larutan NaCL dan HCL Dengan Menggunakan Tanin Daun Jambu Biji Sebagai Green Inhibitor

Satrio Sanjaya (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Galuh Chandra Krisna WP Santoso (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Adriana Anteng Anggorowati (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)
Yohanes Sudaryanto (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2019

Abstract

Teknologi untuk mengatasi korosi telah banyak dilakukan antara lain menggunakan proses pelapisan dan penggunaan inhibitor. Salah satu metode yang dikembangkan saat ini yaitu penggunaan inhibitor yang bersifat green inhibitor. Tanin dapat dipergunakan sebagai green inhibitor. Salah satu cara untuk mendapatkan tanin yaitu dengan cara ekstraksi daun jambu biji (Psidium Guajava L. Penerapan penggunaan tanin sebagai green inhibitor dalam penelitian ini pada proses korosi plat logam tembaga. Mula-mula plat tembaga direndam dalam larutan crude tanin. Plat tembaga yang sudah terlapisi tanin selanjutnya direndam dalam media korosi. Setelah selang waktu tertentu dilakukan perhitungan laju korosi dengan metode gravimetri. Jika laju korosi setiap plat tembaga pada berbagai konsentrasi media korosi diketahui, maka dapat dilanjutkan dengan menghitung efisiensi kerja inhibitor. Berdasarkan hasil perhitungan, pada konsentrasi crude tanin 200 g/L memberikan efisiensi kerja inhibitor yang paling tinggi yaitu 96 % dalam media korosi NaCl 30.000 ppm selama waktu korosi 10 hari. Sedangkan dalam media korosi HCl 0,4 M dengan konsentrasi tanin 200 g/L memberikan efisiensi kerja inhibitor sebesar 94 % dengan waktu korosi 10 hari.

Copyrights © 2019