Abstrak. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita masih menjadi masalah kesehatan serius di Sulawesi Selatan dengan pola sebaran kasus yang bervariasi antar wilayah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pendekatan statistik yang mampu menangkap heterogenitas spasial, yaitu model Geographically Weighted Negative Binomial Regression (GWNBR).Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi parameter model Geographically Weighted Negative Binomial Regression(GWNBR) dengan pembobot adaptive bisquare kernel, menganalisis penyebaran spasial kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita, serta mengidentifikasi faktor-faktor signifikan yang memengaruhi kejadian ISPA di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari survei kesehatan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, mencakup 24 kabupaten/kota selama satu tahun. Hasil menunjukkan bahwa model GWNBR mampu menangkap variasi spasial antarwilayah dengan baik, dibuktikan oleh nilai AIC terendah dan Quasi-global R² sebesar 0,9489. Faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi ISPA pada balita meliputi persentase perokok usia ≥15 tahun, jumlah penduduk miskin, indeks literasi masyarakat, serta tingkat pendidikan. Di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Barru, persalinan tanpa fasilitas kesehatan juga berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan spasial dalam perumusan kebijakan kesehatan yang responsif terhadap karakteristik lokal. Kata Kunci: Analisis spasial, GWNBR, ISPA, overdispersi
Copyrights © 2025