Pengeringan ikan merupakan teknik dalam pengolahan ikan dengan mengurangi kadar air dalam daging ikan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperpanjang umur simpan ikan. Bergantung pada sinar matahari, proses ini menghadapi tantangan selama musim hujan. Penelitian ini mengembangkan sistem pengeringan ikan berbasis IoT skala rumah tangga yang memantau suhu dan kelembaban secara real-time, dengan memanfaatkan lampu pijar dan inframerah sebagai sumber panas alternatif. Penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas sumber panas alternatif dalam mengeringkan ikan. Penelitian dilakukan di Balikpapan, khususnya di kawasan Pasar Utama Manggar. Beberapa metode digunakan seperti studi pustaka, observasi, prototipe, dan wawancara dengan pelaku usaha kecil untuk memilih sampel ikan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu ikan tembang (Sardinella sp.) dan scad (Decapterus spp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanas inframerah mengurangi kadar air lebih efektif daripada lampu pijar, yaitu sekitar 66,7%, dibandingkan dengan 57,1% untuk lampu pijar pada sampel ikan tembang. Sedangkan untuk sampel ikan layang, pemanas inframerah mengurangi kadar air sekitar 46,1% dibandingkan 38,4% dengan menggunakan lampu pijar. Sistem pemantauan berbasis IoT berhasil menampilkan data pengukuran sensor secara real-time di situs web. Kesimpulannya, pemanas inframerah mengungguli lampu pijar dalam proses pengeringan ikan dan sistem pemantauan berbasis IoT bekerja cukup efektif.
Copyrights © 2025