Latar Belakang: Remaja sering menghadapi tekanan yang memengaruhi kondisi mental mereka. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental adalah melalui sholat Tahajud, yang diyakini dapat menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Tujuan: menganalisis hubungan antara kebiasaan sholat Tahajud dengan kesehatan mental Remaja. Metode: Penelitian kuantitatif non-eksperimen menggunakan desain cross-sectional. Populasi adalah siswa SMP MBS Pleret dengan jumlah responden 77 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling. Instrumen menggunakan kuesioner MHI-38 untuk mengukur kesehatan mental dan kuesioner sholat Tahajud. Nilai validitas kuesioner MHI-38 adalah 1,00, sedangkan nilai validitas kuesioner sholat Tahajud adalah 0,52. Uji Analisa menggunakan uji kendall tau. Hasil: Mayoritas remaja di SMP MBS Pleret memiliki tingkat kesehatan mental kategori tinggi, yaitu sebanyak 70 responden (90,9%). Kebiasaan sholat Tahajud sebagian besar berada pada kategori cukup, dengan 52 responden (67,5%). Uji statistik menghasilkan p-value = 0,15 (<0,5) dan nilai korelasi (r) = 0,271, sehingga dapat diinterprestasikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan sholat Tahajud dengan kesehatan mental Remaja. Remaja yang lebih sering melaksanakan sholat Tahajud cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Sholat Tahajud dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga keseimbangan mental remaja.
Copyrights © 2025