Penelitian ini membahas bagaimana tukang ojek pangkalan di Kelurahan Tanganapada, Kota Baubau, berusaha mempertahankan pelanggan mereka di tengah maraknya transportasi online. Perubahan teknologi dan kemunculan layanan berbasis aplikasi seperti Maxim dan Kururio telah membawa tantangan besar bagi ojek pangkalan yang sebelumnya menjadi pilihan utama masyarakat. Melalui wawancara dan observasi langsung, penelitian ini menemukan bahwa tukang ojek pangkalan menerapkan beberapa strategi penting untuk tetap bersaing. Mereka memperpanjang jam kerja, memperluas jaringan dengan membagikan nomor kontak dan media sosial, serta menyesuaikan tarif agar lebih kompetitif dengan layanan online. Faktor seperti perubahan preferensi pelanggan, persaingan dengan transportasi online, dan kenaikan harga bahan bakar juga mempengaruhi strategi mereka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ojek pangkalan menghadapi tekanan berat dari layanan online dan biaya operasional yang tinggi, mereka tetap berusaha untuk mempertahankan pelanggan melalui pendekatan yang adaptif. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana ojek pangkalan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan tetap relevan di era digital.
Copyrights © 2024